Jumat, 26 Februari 2016

Sahabat Sejati

Masih terngiang semua cerita tentang kita,terekam tajam di memoriku, tidak ada 1 momen pun yang terlupakan, aku berharap tidak ada virus yang akan memformat semua dokumen ini.

aku tidak mau menjadikan semua momen kebersamaan kita selama ini menjadi sejarah yang hanya akan mejadi kenangan, aku mau persahabatan yang kita jalin selama ini terus berjanjut dan terjalin dengan baik, meskipun terkadang ada ruang dan waktu yang menjadi tembok penghalang bagi kita.


Kamu... iya kamu.

Kamu itu udah aku anggep seperti saudaraku sendiri, apapun yang ada pada dirimu dulu, sekarang, atau bahkan yang akan datang,aku akan selalu berusaha menerima setiap perubahan dari mu. Tapi , satu hal yang aku minta dari mu jangan pernah lupa dengan kebersamaan kita selama ini, meskipun suatu saat nanti kita akan berpisah L.

7 tahun sudah aku mengenal mu dan hampir 5 tahun belakangan ini kita menjadi begitu dekat, hampir semua tentang mu aku tau, yaa.. aku selalu berusaha mencari tahu tentang mu, yang mungkin tidak pernah kamu ketehui.

Terlebih ketika pertama kali ketemu kamu di kelas VII. Saat itu memeng kita belum deket kayak sekarang, tapi aku sering memperhatikan gerak-gerikmu. Kesan pertama kali yang aku tangkap saat bertemu, kau itu tipe orang yang cuek. Dingin, ya ala-ala manusia kutub haha #kidding :D


Tapi mungkin hal itu yang membuat ku ingin mengenal mu lebih jauh lagi, di kelas VIII ternyata kita masih di pertemukan di dalam 1 kelas. Saat itu aku ingat sekali, kau duduk tepat di belakang ku bersama cina(mata nya sipit sih haha) , dan aku duduk bersama sahabatku, dimana sahabatku ini orang nya humoris jenaka ala-ala stand up comedy gitu hahaha. Dia baru ngomong 1 kata aja udah bisa bikin orang ngakak wkwk. Sedangkan aku orang nya pendiam. Jadi susah untuk membuka obrolan dengan seseorang, terlebih sama orang yang aku anggap masih asing atau belum begitu dekat. Karena teman sebangku ku ini orang nya humoris jadi  dia mudah deket sama orang dan sering mengobrol dengan teman yang di belakang kami, dan secara eggak langsung aku sering menimbrung dalam obrolan mereka.


Sejak saat itu mulai terjalin komunikasi dengan dia yang sekarang menjadi sahabat dekat ku itu,meskipun sekedar pembicaraan ringan. Tapi aku seneng banget udah bisa ngobrol dengan kamu pada saat itu.

Sampai di kelas IX kita akhirnya duduk ber 2, karena pada saat itu aku terpisah kelas dengan teman sebangku ku yang sekaligus menjadi sahabat lama ku dan pada saat itu cuman kamu orang yang aku anggap deket dengan ku. Meskipun saat itu kau begitu berat untuk duduk dengan ku karena kau ingin duduk dengan teman dekat mu. Dan dengan terpaksa kau  menerima ajakan ku yang telah lebuh dulu mengajak mu.


Mungkin ini cara alloh mempertemukan kita untuk menjadi seorang sahabat yang saling mengisi. Seiring berjalannya waktu persahabatan kita semakin dekat. Dan sayangnya kedekatan kita ini harus dipisahkan pada kelulusan SMP. Kita melanjutkan sekolah di SMA yang berbeda, yang membuat kita jarang bertemu. Tetapi, komunikasi masih terjalin dengan baik, meskipun tidak selancar dulu yang dikarenakan kesibukan kita masing-masing.

Hari demi hari kita lalui dengan segudang rutinitas yang berbeda,. Hingga suatu hari kita kembali bersua di acara ulang tahun salah seorang kerabat dekat. Pada saat itu aku merasa begitu senang bisa bertemu dengan mu dan sahabat-sahabat ku yang lain. Dari pertemuan singkat itu, banyak hal yang kita ceritakan. Tidak terasa matahari hampir membenamkan dirinya, yang membuat kita harus segera kembali ke rumah. Rasa nya belum puas bertemu dengan mu, akhirnya aku memutuskan untuk maen ke rumah mu pada hari minggu dan melanjutkan cerita kita yang masih bersambung waktu itu.

Karena sudah terbiasa ngobrol dan banyak waktu yang sengaja kita luangkan hanya sekedar untuk bertemu dan melepas rindu. Hampir setiap ada waktu kosong kita bertemu entah itu aku yang ke rumah mu atau sebaliknya. Semua kebersamaan itu membuat kita semakin dekat dan tercipta kenyamanan diantara kita. Ternyata kau orang nya enak untuk diajak mengobrol tidak seperti kesan pertama aku menilaimu sebagai manusia kutub wkwk #just kidding again :P, terlebih untuk tempat curhat#pendengar setia haha.

Sekarang kita sedang menjalankan study di kampus yang berbeda, padahal aku berharap kita bisa kembali bersama tadinya, “tapi, it’s oke gak ada masalah untuk itu. Tohh saat libur kita bisa bertemu” tutur ku dalam hati
Hari yang ditungu-tunggu pun tiba yaitu libur semester yang mempertemukan kita kembali dan waktunya untuk membuang penat dari hiruk pikuk dunia kampus. Yeahh kami langsung menyusun rencana untuk berkumpul bersama. Fix kita maenn....

Hampir setiap malam aku dan kamu chating-an, dari pembahasan yang penting sampai yang gak penting semua kita kupas tuntas haha.
Hingga suatu malam, entah mengapa malam itu menjadi malam BAPER bagi kita ber 2. Yang berawal dari aku yang memuat sebuah tulisan di blog ku yang isinya menceritakan arti perjuangan hidup yang sesungguhnya,. Dan tidak lama setelah aku mengepost tulisan itu. Tenyata kau telah membaca nya dan aku tidak menyangka kau akan menjadi baper pada malam itu.

Sahabatku: anjirr, lo bikin gue baper malem ini, mewek gua baca blog lo
“loh kenapa kamu jadi baper? “Tanya ku.sahabat: Iya bentar lagi gue bakalan balik ke kostan dan bakalan hidup mandiri kata kebanyakan orang, padahal apaan yang ada nyusahin orang tua.

Sobat yakin lah suatu saat nanti kita pasti bisa membahagiakan mereka, tapi dengan 1 syarat kita sekarang harus belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu berperan aktif di segala bidang and always positive thinking J. Tapi inget sob jangan sampek di saat kita berada di atas kelak kita melupakan yang di bawah, jangan angkuh. Tetaplah jadi diri kita sendiri. Ikutilah ilmu padi, “semakin berisi semakin merunduk”, karena apapun yang kita semai itulah yang akan kita petik.

Aku mengenalmu bukan sehari atau 2 hari, dan aku yakin kamu pasti bisa menjadi orang hebat suatu saat nanti dengan mengikuti ilmu padi. Ingatkan aku kalau aku mulai berubah, semoga kita akan menjadi sahabat sejati sampai jannah J



Tidak ada komentar:

Posting Komentar